Rabu, 02 Desember 2009

Kisah Sebuah Jam Tangan


Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" "Haaaaaaaaaaaa? 31 juta seratus empat ribu kali aku harus berdetak????" kata jam terperanjat, "Mana mungkin saya sanggup! Saya ga akan mungkin bisa untuk melakukan itu!"
"Ya sudah, kalau begitu bagaimana kalau 86,400 kali saja dalam sehari?"
"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini? Ga , ga, aku ga sanggup!" jawab jam penuh keraguan.
"Ok kalau gitu, bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"
"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Masih terlalu banyak.. saya tidak mungkin mampu berdetak 3.600 kali.." tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya
Dengan penuh kesabaran tukang jam itu kemudian bicara kepada si jam, "Baiklah, kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"
"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" " AKu pasti bisa untuk berdetak satu kali setiap detik " kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.
Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali dalam setahun, Yang juga berarti dia berdetak 86.400 kali dalam sehari yang sama juga dengan 3.600 kali dalam satu jam.
Ada kalanya kita selalu ragu-ragu dengan segala tujuan / tugas / pekerjaan yang terlihat sangat besar. Kita selalu menggangapnya sesuatu yang sangat berat dan tidak mungkin dapat kita laukan. Namun sebenarnya apabila hal yang besar tersebut kita perkecil dan dilakukan dengan konsisten secara terus menerus, maka hal yang semula kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan, tidak mampu untuk mencapainya, namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu.

15 komentar:

kelirirenk mengatakan...

Kisah yang menarik, pekerjaan yang tampak berat jika dilakukan secara rutin ternyata tidak terasa beratnya.
Saling rutin berkomentar yuuuk...

thupanx mengatakan...

@kelirirenk : sesuatu yang belum dilakukan memang terasa berat apalagi dalam waktu yang lama. tapi jika sudah dilakukan,lamanya waktu pun akan tidak terasa.

Black mengatakan...

Wah bisa untuk koreksi diri nih, nice info sob, btw aku dah follow, follow back ya!

thupanx mengatakan...

@black : oke sob.nanti tak follow..

soff-tis mengatakan...

kisah yang inspiratif,thanks sudah berbagi ^_^

flexterkebumen mengatakan...

mantab..mantab..

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

menarik ....kisah ini sungguh menarik..

Donny mengatakan...

wah bagus sob filosofi jam tangan ini ...

Bintang mengatakan...

bagus banget ceritanya...terkesan deh..thanks yah dah mo berbagi

lela mengatakan...

kisah yang sangat berkesan... kita jadi bisa koreksi dri nh, apapun bisa kita lakukan klo kta brusaha dgn sungguh2.. smangat temaannn... :D

heru mengatakan...

kisah yang menarik sobat, mengajarkan semua orang jangan terlalu terbeban dengan perkerjaan yang dilakukan sehari2.

ipin mengatakan...

segala sesuatu di mulai dari yang terkecil yahh sob..sedikit demi sedikit lama lama jadi bukit...

Aditya's Blogsphere mengatakan...

memang bila hati ini mau berfikir dan merenung...akan ada sejuta hikmah yang bisa di ambil dari apapun yang ada di sekitar kita...tak terkecuali jam tangan.....salam knal sobat

New Bie Oon mengatakan...

nasihat yang bijak.. kecil2.. lama-lama jadi bukit..

suguh kurniawan mengatakan...

kita harus berjuang demi mimpi2 kita seperti memperjuangkan kemenangan dalam setiap pertempuran. kita harus berjibaku dengan nasib, karena bila tidak nasib akan menggilas kita